Cara Membuat Landing Page yang Menghasilkan Banyak Konversi

Seorang pebisnis online tentunya sering membangun dan membuat Landing Page untuk mempromosikan produk jualnya, maupun produk orang lain (affiliate), terlebih lagi sebuah Landing Page dapat meningkatkan lebih cepat setiap penjualan produk yang dipromosikan.

 

Membuat Landing Page

Membuat Sebuah Landing Page yang Menghasilkan Konversi

 

Kembali pada pemahaman dasarnya, Landing Page adalah sebuah halaman web yang bertujuan menggiring para pengunjung masuk ke dalam sales funnel. Dan dengan membuat Landing Page, kita tentunya tidak hanya menggiring pengunjung ke sales funnel saja, namun juga menangkap setiap data-data pengguna sehingga kita bisa terhubung dengan para calon customer dan menciptakan sebuah lead yang sangat berkualitas.

 

Kita bisa menggunakan umpan (dalam artian sebuah campaign) untuk menarik perhatian para calon customer kita. Namun perlu diingat, para calon customer akan tertarik terhadap sebuah campaign yang sangat menarik dan bermanfaat untuk dirinya, sehingga nantinya apabila para calon customer datang, maka Landing Page tersebut akan menghasilkan konversi (karena lead yang berkualitas yang sebelumnya kita kumpulkan).

 

Agar tidak terjadi kesalahpahaman, perlu diketahui bahwa Landing Page bukan bagian dari website, melainkan apabila kita ingin membuat Landing Page, maka kita membutuhkan sebuah website. Dengan Landing Page, kita bisa mengarahkan pengunjung ke website kita, atau juga dari website kita bisa mengarahkan ke Landing Page.

 

Menurut data dari artikel yang di dapat dari Kissmetrics berikut ini, ada sekitar 96% pengunjung yang berkunjung pertama kali ke website kita, belum siap untuk menerima penawaran dari kita, atau belum siap untuk membeli. Maka dari itulah fungsi kenapa kita harus membuat Landing Page.

 

Apa fungsinya membuat Landing Page? Landing Page disini ditujukan untuk membangun sebuah pengalaman yang membantu para calon customer kita terkait apa yang mereka inginkan dan butuhkan. Saat kita membuat sebuah campaign, maka kita harus lebih cerdas dalam melakukan strategi yang bisa mengarahkan sebuah lead.

 

Mungkin itulah gambaran dari seperti apa Landing Page dan bagaimana sebuah Landing Page dibutuhkan. Berikutnya, kita akan membahas bagaimana cara membuat Landing Page yang dapat menghasilkan banyak konversi, mari kita simak pembahasannya berikut ini.

 

1. Membuat Landing Page yang Memiliki Desain Minimalis

Gambar dan video adalah salah satu media yang menarik yang bisa menarik perhatian orang lain, namun di dalam pembuatan sebuah Landing Page, terlalu banyak gambar akan membuat pengunjung kebingungan (apalagi jika tampilan visualnya kacau dan terlalu banyak teks).

 

Kita tentunya perlu membuat Landing Page yang desainnya minimalis atau simple. Kenapa? karena Landing Page yang memiliki tampilan yang minimalis akan langsung mengarahkan para pengelihatan pengunjung ke informasi utama yang relevan terhadapnya.

 

Tentu sangat penting apabila Landing Page memiliki gambar atau video, namun tentunya harus dibatasi. Terlebih lagi, apabila terlalu banyak menggunakan gambar atau video, maka akan semakin lama page untuk load nya. Jadi oleh karena itu jika bisa, sebaiknya membuat Landing Page yang minimalis (tanpa berlebihan di dalam visual).

 

Pada artikel yang ditulis oleh Anum Hussain di Hubspot mengatakan bahwa apabila suatu load terjadi delay selama 1 detik, maka hal tersebut akan membuat 11% page viewer menurun sehingga menjadi lebih sedikit, dan bahkan 16% customer akan mengalami ketidakpuasan terhadap penawaran kita, sehingga akan terjadi 7% kehilangan sebuah konversi yang menguntungkan.

 

Lalu bagaimana cara mengatasinya? Caranya adalah dengan memilih gambar yang benar-benar bagus untuk digunakan dan tentunya kita harus lebih selektif lagi dalam memilih gambar mana yang ingin digunakan. Bukan hanya untuk meminimalisir kebingungan para pengunjung saja, melainkan juga membantu untuk meningkatkan konversi pada Landing Page kita.

 

Banyaknya gambar atau banyaknya teks akan membuat pengunjung merasa bosan, sehingga mengakibatkan meningkatnya bounce rate. Untuk mengatasi hal tersebut, kita bisa menggunakan tulisan yang pendek namun engaging, pastikan page kita jelas, ringkas, dan relevan.

 

Bisa lebih baiknya lagi, gunakan seperti header, sub-header, atau poin-poin yang disorot, agar informasi dari Landing Page kita dapat dimengerti dan tersampaikan pesan apa yang ingin kita sampaikan ke para pengunjung sehingga sebuah penawaran cepat menghasilkan konversi.

 

2. Perhatikan Format dan Layout Saat Membuat Landing Page

Layout merupakan faktor utama di dalam performa sebuah Landing Page, semakin bagus layout yang dibuat, maka semakin tinggi persentase terjadinya konversi di Landing Page kita. 61% perusahaan menguji setidaknya 5 kali Landing Page mereka agar dapat mengetahui performa Landing Page yang dibuat, seperti yang dikatakan di dalam artikel blog di Kissmetrics ini.

 

Coba perhatikan Landing Page berikut ini dari Edupath yang mungkin bisa ditiru dan modifikasi untuk Landing Page kita.

Contoh Landing Page Edupath

Contoh Landing Page dari Edupath via Edupath.com

 

Pada bagian judul, terlihat Edupath memiliki judul yang jelas, singkat dan juga langsung kepada pesan utamanya. Landing Page tersebut juga memiliki tampilan yang bagus dan juga sederhana tanpa menggunakan visual yang banyak.

 

Pastikan juga saat membuat Landing Page, page tersebut harus bisa tampil di mobile. Kenapa? karena pada tahun ini dan mungkin tahun-tahun selanjutnya, pencarian dari mobile akan mengalahkan pencarian dari desktop, jadi pastikan tampilan Landing Page kita sudah mobile-friendly.

 

3. Menggunakan Call to Action yang Sering Diuji Pada Campaign dan Terbukti Bagus Hasilnya

Sebagus apapun Landing Page yang dibuat, tetap saja Call to Action yang akan menentukan konversi tersebut dapat terjadi atau tidak. Untuk membuat sebuah CTA yang bagus, kita perlu sering-sering mengujinya, dan mendapatkan banyak data mana CTA yang membawakan hasil yang sangat bagus dan menguntungkan.

 

Kita perlu menguji dengan memberikan beberapa tipe dan jenis-jenis CTA yang berbeda. Dan untuk mendapatkan CTA mana yang terbukti ampuh, maka kita perlu mencari tahu terlebih dahulu apa poin-poin yang mereka butuhkan dan bagaimana cara mengatasi hal tersebut (poin yang mereka butuhkan).

 

Disinilah kreativitas kita digunakan, kita perlu lebih kreatif dalam membuat sebuah CTA di dalam Landing Page kita. Ada baiknya kita gunakan tombol CTA yang memiliki warna-warna kontras untuk memberi arahan kepada mata para pembaca sehingga dapat mengetahui pesan apa yang kita ingin sampaikan kepada mereka.

 

Seperti contohnya pada Landing Page Lyft berikut ini.

Contoh Landing Page LYFT

Contoh Landing Page LYFT via Lyft.com

 

Mereka menggunakan tombol dengan warna yang kontras, membuat tombol tersebut dapat terlihat oleh para pengunjungnya, sehingga mata pengunjung akan langsung terarahkan kepada tombol CTA di Landing Page tersebut.

 

4. Lakukan Test A/B Pada Saat Membuat Landing Page

Tidak ada cara terbaik yang dilakukan untuk mendapatkan data sebanyak mungkin selain dengan cara melakukan testing atau sebuah percobaan, karena semakin banyak melakukan sebuah percobaan, maka semakin banyak data pula yang akan kita dapatkan.

 

Saat kita membuat Landing Page, ada baiknya kita juga perlu menguji 4 Landing Page tersebut dengan mengubah penawaran, pesan, atau tampilannya, yang dimana hal tersebut bertujuan untuk mendapatkan data tentang Landing Page mana yang bagus yang bisa digunakan.

 

Pastikan memiliki sebuah pertanyaan diri sendiri atau sebuah checklist tersendiri untuk memastikan segala hal atau segala elemen di Landing Page kita tidak terlewatkan, contohnya seperti berikut ini :

  • Apakah Headline yang Digunakan Sudah Maksimal ?
  • Apakah Teks yang Digunakan Sudah Ringkas dan Jelas ?
  • Apakah Form yang Dibuat Tidak Merumitkan ?
  • Apakah Tombol CTA Sudah Sempurna ?
  • Apakah Visual yang Digunakan Tidak Mengalihkan Pengunjung dari Pesan Pada Penawaran di Landing Page Tersebut ?

 

Pertanyaan atau checklist diatas bisa membantu kita dalam membuat Landing Page yang memiliki konversi tinggi tanpa melewatkan sedikitpun elemen-elemen penting yang berarti untuk Landing Page kita.

 

5. Pesan Tidak Berarti Tanpa Sebuah Kepercayaan

Sebagus apapun pesan yang di sampaikan, pengunjung tentu akan memikirkan dua kali terlebih dahulu sebelum membeli, itu karena mereka masih belum sepenuhnya yakin terhadap pesan kita. Beda ceritanya apabila ada sebuah kepercayaan, seperti adanya sebuah brand ternama yang berkaitan dengan penawaran atau produk/jasa yang kita tawarkan kepada pengunjung.

 

Kesimpulan

Landing Page disini adalah sebuah media atau sarana untuk membangun sebuah kepercayaan antara kita dan juga customer maupun calon customer kita. Membuat Landing Page yang menghasilkan banyak konversi juga bukan tentang bagaimana Landing Page tersebut dibuat, tapi bagaimana pesan kita tersampaikan dengan baik dengan memberikan rekomendasi sebuah produk atau jasa kita kepada mereka dengan tepat dan juga bernilai.

 

Sudah saatnya kita membuat Landing Page yang menarik dan juga profesional, sehingga bukan hanya sekedar konversi saja yang kita dapatkan, melainkan hubungan antara kita dan juga customer kita, sehingga hal tersebut bisa menjadi sebuah aset yang sangat bernilai dan tidak kadaluwarsa sampai kapanpun.

Silahkan di Share:

Author: Willy G

Passionate internet marketer. Believe in idea and creativity.

Share This Post On

2 Comments

  1. Terima kasih ulasannya sangat bagus dan mudah dimengerti oleh pemula bisnis online.

    Post a Reply
  2. Terima Kasih. Sayang nya saya belum memiliki website sendiri.

    Post a Reply

Tinggalkan Balasan