Cara Membuat Artikel Menarik Untuk Website Agar Mendapatkan Page One di Google

Artikel di dalam website sangat berpengaruh dalam SEO, tentunya jika kita ingin website mendapatkan page one di Google, pastikan bahwa artikel di dalam website teroptimasi dengan baik. Mungkin sadar atau tidak sadar bahwa artikel kita belum banyak yang teroptimasi dengan baik, sehingga walaupun sudah susah-payah kita membuat artikel, namun tidak kunjung juga mendapatkan page one di Google. Lalu, bagaimana agar mendapatkan page one di Google?

 

mendapatkan Page One di Google

Membuat Artikel Terbaik Agar Dapat Berada di Page One Google

 

Jawabannya adalah jauhi SEO. Kenapa? Karena kenyataannya artikel yang banyak mengandung unsur-unsur SEO, tentunya tidak enak untuk dibaca, istilahnya adalah tidak “human-friendly”. Di era yang sudah modern ini juga tentunya artikel yang human-friendly sudah termasuk sebagai SEO. Algoritma Google juga tentunya sudah banyak berubah, sehingga membuat artikel yang menggunakan bahasa yang baik dan juga informatif lebih diutamakan di pencarian Google.

 

Pada dasarnya menulis artikel di dalam website adalah untuk memberikan informasi pada pembaca, dan apabila artikel tersebut dapat memberikan informasi yang baik untuk pembaca, maka mereka akan merekomendasikan artikel tersebut kepada orang lain. Oleh karena itu kita tentunya tidak perlu mengoptimasi SEO secara berlebihan di dalam artikel yang akan kita buat di website kita.

 

Lalu, bagaimana agar artikel di dalam website kita mendapatkan page one di Google walaupun tidak di optimasi dengan SEO secara berlebihan? Jawabannya adalah buat artikel menjadi menarik. Berikut cara membuat artikel menarik agar website kita bisa mendapatkan page one di Google.

 

1. Buat Judul yang Menarik Agar Pembaca Tertarik Untuk Berkunjung

Mengapa kita memilih salah satu website saat kita mencari suatu informasi di Google? Jika kita jujur, pasti kita akan menjawab bahwa kita tertarik dengan judul nya. Itu karena judul adalah yang pertama kali para pengunjung website baca sebelum mereka mengunjungi website kita melalui pencarian di Google. Oleh karena itu kita tidak boleh membuat judul yang asal-asalan, dan tentunya kita tidak boleh juga membuat judul yang terlalu panjang.

 

Misalnya seperti contoh berikut ini:

  • Cara Membersihkan Kamar
  • Cara Membersihkan Kamar yang Mudah Dalam 20 Menit
  • Cara Membersihkan Kamar yang Mudah Dalam 20 Menit Agar Kamar Tampak Lebih Indah

 

Yang mana judul yang lebih menarik untuk dibaca? Mungkin semuanya enak untuk dibaca, namun beberapa dari ketiganya tidak menarik. Seperti berikut ini penjelasan nya. Artikel pertama terlalu pendek sehingga tidak menarik untuk dilihat oleh para pengguna Google.

 

Sedangkan Artikel kedua enak untuk dibaca, dan judul nya pun pas. Dan artikel yang ketiga mungkin lebih menarik, namun sayangnya judul nya terlalu panjang, dan kemungkinan tampilan judul tersebut akan dipotong oleh Google pada halaman pencariannya.

 

Jadi jika kita ingin memilih judul yang baik dan juga dapat membuat orang tertarik untuk mengunjungi website kita, maka buatlah judul yang seperti judul kedua diatas tadi. Intinya adalah buat judul menarik, pas, dan tidak terlalu panjang. Mungkin artikel yang berjudul Membuat Judul Konten yang Menarik Perhatian Pembaca berikut ini dapat membantu memahami pentingnya judul untuk sebuah konten.

 

2. Ketahui Seperti Apa Karakter Calon Pembaca Artikel Kita

Berbicara tentang cara membuat artikel yang menarik, tentunya belum pas jika kita tidak bicara tenang karakteristik calon pembaca artikel website kita. Kenapa? Karena misalkan artikel kita membahas tentang ekonomi, tentunya tidak semua orang suka dengan ekonomi, sehingga dikit yang tertarik untuk mengunjungi website kita. Walaupun website kita berkualitas artikelnya. Selain itu jika kita memiliki artikel tentang resep masakan atau segala hal tentang masak-memasak, tentunya kita harus menyesuaikan isi artikel kita dengan pembacanya.

 

Misalkan untuk siapa artikel tentang masakan ini kita tujukan? Untuk ibu rumah tangga, atau untuk para koki yang ingin belajar? Jika kita memilih salah satu dari keduanya, maka kita juga harus menyesuaikan isi dari artikel kita. Misal untuk ibu rumah tangga, maka isi artikel kita haruslah menggunakan bahasa yang santai, seperti bahasa yang biasa ibu rumah tangga gunakan sehari-hari.

 

Sedangkan jika artikel kita untuk para koki yang ingin belajar, maka gunakanlah bahasa yang benar-benar berbobot agar para koki tersebut bisa belajar dengan baik. Seperti itulah gambaran kecil dari cara membuat artikel yang sesuai dengan karakteristik dari pembaca kita. Untuk dapat melihat seperti apa karakteristik dari para pembaca di website kita, maka kita bisa melihat melalui Google Analytics, dengan:

 

Buka Gooogle Analytics dan Klik ( Audience > Demographics > Overview ). Disana kita bisa melihat seperti apa saja pembaca artikel di website kita selama ini.

 

3. Pastikan Pembaca Kita Membaca Isi Keseluruhan Dari Artikel Kita

Para pembaca biasanya tidak membaca artikel secara keseluruhan, mereka biasanya membaca hanya poin-poin pentingnya saja. Sehingga saat mereka menemukan poin-poin penting di dalam artikel, maka barulah mereka membaca isi keseluruhan dari poin penting tersebut.

 

Saran yang terbaik agar pembaca betah untuk membaca isi dari keseluruhan artikel kita adalah dengan cara membuat artikel yang hanya memiliki 2-4 kalimat didalam 1 paragraf. Maksudnya? Apa yang anda rasakan apabila membaca artikel namun memiliki kalimat yang terlalu banyak (contoh 5-7 kalimat) dalam 1 paragraf? Tentu mata akan menjadi lelah.

 

Oleh karena itu gunakan paragraf yang singkat namun jelas kalimatnya. Sehingga tidak membuat mata pembaca menjadi lelah. Selain itu kita juga bisa menggunakan subheader untuk memotong antar bagian didalam artikel sehingga artikel bisa lebih santai pembawaan nya.

 

4. Riset Artikel dan Tingkatkan Bobot Pembahasannya

Bicara tentang cara membuat artikel yang mampu mendapatkan page one di Google, tentunya juga tidak lepas dari membicarakan bobot dari pembahasan didalam artikel yang kita buat. Misalkan para pembaca membaca artikel kita secara keseluruhan, mereka tentunya akan menghabiskan waktu lebih lama di dalam website kita jika mereka membaca keseluruhan dari artikel, sehingga website kita bisa dinilai baik oleh mesin pencari.

 

Rumusnya seperti ini: Pembaca puas dan berlama di dalam website = mesin pencari puas dan menilai baik suatu website (contoh website kita tadi). Selain itu, di internet artikel dibagi menjadi dua kategori, yaitu: informasi dan panduan.

 

Jika artikel yang dibuat tidak berdasarkan kedua kategori tersebut, maka artikel itu bisa dikatakan tidak menarik, atau tidak berbobot pembahasannya. Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya tentang artikel masak-memasak. Artikel tersebut (tentang masak-memasak) bisa dikatakan berbobot karena pembacanya bisa langsung mempraktekan informasi yang berada didalam artikel itu ke kehidupannya langsung.

 

Artikel tentang memasak bisa kita kategorikan sebagai artikel panduan, lengkapnya adalah panduan cara memasak. Selain itu artikel bisa dikatakan berbobot adalah artikel yang panjang pembahasannya. Namun, apakah artikel yang panjang bisa dikatakan berbobot? Belum tentu.

 

Cara membuat artikel agar bisa berbobot adalah dengan mengetahui pasti apa yang kita tulis didalam artikel tersebut. Jika kita tidak mengetahui topik pembahasannya, tentu artikel yang kita buat akan semakin panjang dengan basa-basi semata. Bukan panjang karena pembahasannya. Seperti itulah gambaran kecilnya.

 

5. Gunakan Tata Bahasa dan Ejaan yang Baik

Mungkin disinilah tahapan yang sering dilupakan oleh beberapa penulis, yaitu lupa menggunakan tata bahasa dan juga ejaan yang baik di dalam artikel yang mereka buat. Bagaimana menggunakan tata bahasa yang baik? Apakah harus baku? Tentunya tidak. Bahasa yang santai juga bisa dikatakan sebagai tata bahasa yang baik. Pastikan artikel yang kita buat tidak ada kesalahan penulisan, seperti contohnya menuliskan “dan……dan” berkali-kali. Contoh: (“untuk sukses haruslah bekerja keras dan dan juga diwajibkan untuk banyak berdoa”

 

Penulisan yang salah akan mengakibatkan pembaca menilai kita bahwa kita tidak profesional. Oleh karena itu sebelum artikel kita publish di website, ada baiknya kita lihat terlebih dahulu artikel kita, apakah sudah baik atau masih berantakan tata bahasanya.

 

6. Lakukan On-Page SEO di Dalam Website, Bukan Hanya 1 Artikel, Namun Seluruhnya

Disinilah baru kita membahas tentang SEO. Mengoptimasi On-Page SEO tentunya akan membantu artikel dan juga website kita mendapatkan nilai yang baik dimata Google, selain itu juga bisa meningkatkan peringkat website kita. Apa saja yang harus kita optimasi? Hal-hal yang harus kita optimasi selain menggunakan cara membuat artikel yang menarik, adalah dengan cara mengoptimasi:

 

  • URL

Biasanya dengan plugin wordpress, URL artikel akan muncul dengan sendirinya saat kita menuliskan judul artikel kita. Namun ada baiknya jika kita memodifikasi URL agar lebih singkat dan mengandung keyword. Contoh URL yang baik adalah tidak terlalu panjang, dan juga mengandung keyword utama.

 

  • Meta Description

Jika bisa buatlah meta description yang baik, sehingga bisa meningkatkan klik ke website kita. Namun sayangnya kita juga perlu berhati-hati saat membuat meta description, seperti kesalahan utamanya adalah menumpuk terlalu banyak keyword.

 

  • Gambar

Untuk membuat artikel bisa berkualitas dan juga membuat pembaca merasa betah adalah dengan penambahan gambar di dalam artikel yang akan dibuat. Gambar disini bertujuan untuk memudahkan penjelasan dari isi artikel yang tidak bisa dijelaskan dengan kalimat kepada pembaca.

 

Kesimpulan

Untuk membuat artikel bisa mendapatkan page one di Google, maka optimasi SEO yang berlebihan tidaklah perlu untuk dilakukan, misalnya seperti memperbanyak keyword di dalam 1 artikel. Tentu itu tidak perlu dilakukan. Selain itu, algoritma Google semakin canggih dan terus update, membuat Google lebih pintar untuk memberikan penggunanya informasi yang berkualitas. Hal tersebut membuat artikel yang berisikan banyak keyword tidak terlalu dinilai oleh Google, karena Google akan menilai artikel yang paling bermanfaat untuk penggunanya.

 

Sehingga apabila artikel kita mengandung keenam hal diatas yang disebutkan tadi, maka kemungkinan artikel kita bisa berada dan mendapatkan page one di Google.

Silahkan di Share:

Author: Willy G

Passionate internet marketer. Believe in idea and creativity.

Share This Post On

Tinggalkan Balasan