Inilah 5 Penyebab Kenapa Orang di List Email Anda Melakukan Unsubscribe

Setiap bisnis, apapun bentuknya, mengumpulkan list email orang adalah suatu hal yang sangat penting untuk dilakukan. Para pebisnis tentunya menerapkan strategi email marketing untuk mendapatkan data-data pengunjung, misalkan data tersebut diambil dari website nya. Mungkin bagian terpenting dalam email marketing bukanlah mendapatkan list email orang, namun yang terpenting adalah menjaga list tersebut agar tetap bersama dengan kita, tanpa mereka melakukan unsubscribe.

 

Melakukan Unsubscribe

Ada Alasan Orang Berhenti Berlangganan Email Kita

 

Apabila ada orang di list email kita melakukan unsubscribe, tentu itu sama saja seperti kita kehilangan calon pembeli potensial kita. Apabila kita kehilangan 1-3 orang di list email kita, itu tentu tidak masalah, kita bisa mendapatkannya lagi dengan orang-orang yang baru yang lebih potensial untuk menjadi pembeli kita.

 

Lalu bagaimana dengan orang yang berjumlah ratusan hingga ribuan yang melakukan unsubscribe ? Ya tentu itu adalah suatu masalah yang sangat besar.

 

Mungkin suatu saat kita akan bertanya “kenapa ya orang-orang unsubscribe ?” atau “ada apa ya dengan list email kita, kenapa ada banyak yang unsubscribe ?”. Tentu semua tindakan pasti ada alasannya, sama halnya dengan orang yang  melakukan unsubscribe, mereka juga punya alasan lain untuk melakukan hal tersebut.

 

Apa Alasan Orang di List Email Kita Melakukan Unsubscribe?

Alasan orang unsubscribe mungkin berbagai dan banyak macam nya, ada alasan yang A, B, dan C. Namun biasanya kebanyakan orang yang melakukan unsubscribe adalah karena mereka merasa apa yang kita kirimkan kurang bermanfaat untuk mereka yang terdaftar di list email kita. Namun itu bukanlah satu alasan yang kita temui, masih banyak alasan-alasan lain kenapa orang yang ada di list email kita melakukan unsubscribe.

 

Berikut ini beberapa alasan orang-orang di list kita unsubscribe kepada kita.

 

1. Konten yang Kita Berikan Kurang Sesuai Harapan Mereka

Biasanya orang di kategori ini adalah orang-orang yang mempunyai harapan tinggi dengan kita selaku pemberi konten. Mereka mungkin berharap kita memberikan konten yang spesial atau “wah!” yang sangat membantu memecahkan solusi mereka.

 

Atau mereka berpikir bahwa kita seharusnya memberikan konten berupa hal spesial mengenai A, B, C, dan bukannya D, E, F. Seperti contoh begini, misal mereka mengira kita mengirimkan konten berupa menjual kaos di teespring dengan Facebook Ads, namun kita hanya memberikan step-by-step langkah di awalnya saja.

 

Coba misalkan kita ada dipihak subscriber, apa yang kita bayangkan misalkan ada newsletter yang membahas tentang teespring atau Facebook Ads? Tentu yang akan kita bayangkan adalah Targeting, Optimasi Iklan, atau hal-hal yang lainnya yang mungkin expert. Atau hal-hal lain yang mungkin dari awal sampai mahir.

 

Bayangan seperti itulah yang diharapkan oleh para subscriber kita apabila mereka berlangganan karena memang topiknya mengenai konten yang mereka sukai. Lalu apa yang harus kita benahi? Apakah kita harus memberikan konten yang memang benar-benar spesial?

 

Memberikan konten yang spesial mungkin itu perlu, namun pastikan bahwa konten yang diberikan tidak berantakan, dan juga harus bermanfaat untuk mereka. Solusi lainnya mungkin kita bisa memberikan sedikit konten pada form signup.

 

2. Tidak Menggunakan Double Opt-In

Mungkin satu ini bisa jadi kesalahan yang sering dilakukan oleh banyak pebisnis, termasuk juga mungkin kami. Saat memasang single opt-in, mungkin email serta nama para subscriber kita masuk kedalam database, namun kita tentu tidak tahu apakah mereka benar-benar berniat untuk berlangganan atau tidak.

 

Apabila menggunakan double opt-in, tentunya para subscriber akan menerima pemberitahuan untuk melakukan konfirmasi berlangganan nya, dengan begitu kita akan tahu orang-orang mana saja yang memang berniat untuk berlangganan newsletter kita.

 

Berbeda lagi apabila kita menggunakan single opt-in, kita tidak akan tahu siapa dan apakah mereka sangat ingin menerima konten dari kita atau tidak, sehingga saat kita memberikan penawaran, mungkin saja mereka tidak menerimanya atau tidak membacanya sehingga tidak ada konversi yang terjadi.

 

Selain itu, kita juga tidak tahu apakah email yang mereka inputkan adalah email asli mereka ataukah tidak, apabila itu bukan email asli mereka, tentu saja konten yang kita berikan akan terkirim sia-sia. Daftar list email tentunya akan sangat samar sekali apabila kita menggunakan single opt-in. Kita tidak akan pernah tahu apakah para subscriber kita adalah calon konsumen potensial kita atau bukan. Dan tentu hal seperti ini sangat beresiko.

 

3. Kurang Menarik, Sehingga Mereka Menunda Untuk Membaca

Mungkin ada beberapa orang yang memang benar-benar ingin berlangganan, namun hanya saja mereka tidak memiliki waktu untuk membaca newsetter kita, atau mereka kurang tertarik dengan apa yang kita berikan, sehingga mereka menunda-nunda untuk membaca email dari kita.

 

Hal tersebut tentunya dapat menurunkan perhatian mereka terhadap kita, mungkin dari menunda-menunda tersebut mereka akan lupa dengan kita, sehingga apabila mereka mendapatkan email dari kita, mereka merasa email kita mengganggu mereka.

 

Lalu bagaimana solusi agar email kita dapat menarik, sehingga para subscriber dapat langsung membacanya tanpa menunda-nunda?

 

  • Pertama yang harus kita lakukan adalah, menanyakan langsung kepada subscriber kita, minta tolong mereka untuk memberikan masukan terkait email dari kita.

 

  • Kedua adalah dengan cara gunakan website yang sudah teroptimasi dengan baik, seperti SEO, desain halaman, atau reputasi di internet. Dengan begitu apabila mereka mencari suatu informasi, dan mereka menemukan website kita pada posisi atas halaman pencari, maka mereka akan balik lagi kepada kita.Mereka akan merasa bahwa newsletter kita bermanfaat karena informasi dari website kita yang mereka cari selalu muncul di halaman pertama mesin pencari.

 

  • Ketiga adalah, gunakan headline yang baik untuk newsletter kita. Seperti kita bisa menggunakan teknik Copywriting untuk setiap newsletter yang kita kirimkan. Usahakan menggunakan headline yang mengejutkan. Untuk belajar copywriting, kita bisa melihat artikel tentang copywriting yang berjudul Copywriting Untuk Meningkatkan Penjualan berikut ini.

 

  • Keempat adalah dengan cara menawarkan newsletter ke para subscriber kita selama sebulan sampai mereka merasa memang benar-benar ingin melakukan unsubscribe.

 

4. Terlalu Mengirimkan Banyak Email

Tindakan ini mungkin membuat banyak orang merasa terganggu, bagaimana tidak, apabila kita dikirimkan email setiap hari tentunya kita akan terasa terganggu bukan? Terlebih lagi apabila email tersebut tidak bermanfaat untuk kita. Ada beberapa subscriber mungkin mengharapkan konten email yang dikirimkan bermanfaat untuk mereka, namun beberapa tidak menginginkan email yang dikirimkan berkali-kali kepada mereka, walaupun itu bermanfaat.

 

5. Tidak Sengaja Unsubscribe

Ya ini bisa jadi salah satu alasan kenapa orang di list email kita melakukan unsubscribe. Ketidaksengajaan unsubscribe mungkin sering terjadi, namun sedikit. Jadi untuk mencegahnya, pastikan kita menggunakan confirmed unsubscribe, sehingga saat mereka tidak sengaja melakukan unsubscribe, mereka akan disuguhkan pertanyaan untuk mereka konfirmasi.

Silahkan di Share:

Author: Willy G

Passionate internet marketer. Believe in idea and creativity.

Share This Post On

Tinggalkan Balasan