Pengertian AIDA Dalam Copywriting Untuk Meningkatkan Penjualan

Membahas copywriting, harus juga membahas AIDA. Apa pengertian AIDA dalam copywriting? Apakah AIDA itu nama orang? Bukan. Lalu? Sebelum itu, coba anda pikirkan terlebih dahulu, pernahkah anda kebingungan, saat ingin menulis kata-kata promosi untuk produk yang kita promosikan di landing page? Kebanyakan mungkin pernah. Tapi tidak semua. Biasanya merasakan bingung saat ingin menulis copy di landing page itu wajar, namun jika keseringan itu bukan wajar lagi namanya. Oleh karena itu solusi untuk mencegah hal tersebut adalah AIDA. Disinilah AIDA itu dibutuhkan.

 

Pengertian AIDA Dalam Copywriting

Menggunakan Copywriting, Tentu Harus Memahami AIDA Terlebih Dahulu

Apa Itu AIDA ?

Tentunya bukan nama orang  ya, AIDA itu adalah singkatan dari:

  • Attention
  • Interest
  • Desire
  • Action

 

AIDA ini adalah formula penting di dalam copywriting yang bisa menyihir landing page kita yang tadinya kosong menjadi sesuatu yang menarik, sehingga orang yang melihat atau calon pembeli yang melihat akan langsung mengambil tindakan, seperti membeli produk dan lainnya.

 

Pengertian AIDA dalam copywriting juga tidak selalu harus di identik kan dengan copy pada penjualan, AIDA juga bisa kita gunakan pada artikel website kita, atau tulisan apapun yang ingin kita buat, sehingga tulisan-tulisan tersebut bisa menarik untuk dibaca.

 

Pengertian AIDA Dalam Copywriting dan Penjelasan Dari Bagian-Bagiannya

AIDA (Attention, Interest, Desire, Action ) ini hampir keseluruhannya penting untuk kita pahami. Bukan hanya penting di dalam copywriting saja, AIDA juga memudahkan kita untuk membuat tulisan-tulisan yang menarik. Berikut pembahasan pengertian AIDA dalam copywriting dan bagian-bagian yang terdapat di dalam AIDA:

 

Attention

Attention ini berperan untuk dapat menangkap perhatian pembaca copy yang kita buat. Sebuah penelitian dari SilverPop saja mengatakan bahwa setidaknya kita harus bisa menangkap perhatian pengunjung atau pembaca copy kita dalam waktu 8 detik. Apakah Kita bisa? Belum tentu.

 

Jika 8 detik copy yang kita buat tidak dapat menarik perhatian pembaca, maka pembaca atau calon pembeli kita akan pergi. Susah kan? Ya tentu.

 

Jadi, bagaimana kita membuat pembaca copy kita tertarik perhatiannya dan tidak meninggalkan kita? Yaitu dengan bantuan dari:

  1. Headline (Judul) yang menarik.
  2. Gambar yang sedap dipandang.
  3. Salam ramah pada kalimat pembuka.

 

Ketiga hal diatas ini tentunya harus ada di dalam copy yang kita buat. Memang layak diperhatikan. Untuk mendapatkan perhatian dari calon pembeli di copywriting yang kita buat, maka kita perlu seolah peduli dengan calon pembeli kita. Hal ini sudah dijelaskan pada artikel copywriting yang berjudul Copywriting Untuk Meningkatkan Penjualan sebelumnya.

 

Agar calon pembeli bisa merasakan bahwa kita peduli dengan mereka maka kita bisa seolah-olah menawarkan sesuatu solusi dari masalah mereka. Kita ambil contoh seperti ini, misalkan kita menjual produk penghilang jerawat.

 

Kalimat yang bisa menangkap perhatian pembaca kita seperti ini:

Kembalikan wajah tampan/cantik anda seperti dulu lagi

Dengan kalimat seperti itu, calon pembeli akan merasa bahwa kita peduli dengan mereka.

 

Tentunya masih ada banyak kalimat-kalimat yang sejenis, itu dapat kita buat dengan mudah, hanya saja kita harus pintar-pintar merangkainya.

 

Interest

Selain membuat calon pembeli tertarik dengan penawaran kita, kita juga harus membuat calon pembeli tertarik dengan kita. Buat calon pembeli tertarik untuk terus dan terus membaca penawaran yang kita buat.

 

Di dalam copy yang baik, tentunya terdapat:

  1. Informasi beserta fakta (Karena calon pembeli adalah orang pintar dan butuh data yang pasti, bukan hanya sekedar informasi)
  2. Statistik (ini juga bagian dari data pasti yang kita berikan)
  3. Studi Kasus (Agar memudahkan calon pembeli mengerti tentang produk yang kita jual)
  4. Alasan (Yakinkan pembeli tentang produk jual kita)

 

Misal kita ambil contoh obat penghilang jerawat tadi sebagai pemancing interest dari calon pembeli. Contohnya seperti kalimat berikut ini:

“ Menggunakan [nama merek] ini, anda akan:

….. mampu menghilangkan berbagai jerawat di wajah anda dalam 1 minggu.

….. membuat anda makin disayang pasangan anda. 

 

Dan kalimat-kalimat lainnya. Itu bisa kita buat sebagaimana kita pintar-pintar merangkainya saja.

 

Desire

Di dalam copywriting juga kita akan menggunakan Desire, salah satu bagian dari AIDA. Dalam tahapan ini kita diharuskan membuat calon pembeli kita sangat menginginkan produk yang kita promosikan. Perannya sama seperti Interest, namun bedanya hanya lebih kepada logika dan emosi.

 

Contohnya seperti saat kita menyebutkan benefits (manfaat) dari produk yang kita promosikan. Manfaat disini mengartikan keuntungan yang mereka (calon pembeli kita) rasakan dari produk yang mereka beli.

 

Seperti misal dengan kalimat: “ ……diperkaya dengan vitamin E untuk memelihara kesehatan kulit, dan ditambah…………. agar melindungi kulit dari radikal bebas 

 

Action

Inilah tahapan akhir di AIDA, dan tentunya penting di dalam copywriting. Langkah terakhir ini adalah mengajak calon pembeli kita membeli atau mengambil tindakan dari apa yang kita inginkan, seperti membeli produk. Ini bisa disebut Call to Action (CTA), CTA disini bisa seperti berupa tombol membeli, kontak, menaruh alamat email, dan lainnya.

 

Kesimpulan

Pengertian AIDA dalam copywriting tentunya tidak hanya sebatas yang disebutkan diatas saja, tentunya ada banyak sekali pengertian dan pengertian AIDA dalam copywriting yang tidak kami sebutkan. AIDA disini bisa kita pahami apabila kita mempraktekan nya pada copy yang kita buat di landing page atau sales page, setelah kita mengetahui respon pembaca dari copy tersebut (setidaknya sampai menghasilkan banyak konversi), maka kita akan paham seperti apa pengertian AIDA dalam copywriting itu.

 

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal di dalam copywriting, kita tentunya tidak boleh memisahkan bagian-bagian dari AIDA, misalnya menggunakan Desire saja, atau menggunakan Action saja, atau yang lainnya. Kita tentunya harus menggabungkan keempat bagian ini yang terdiri dari Attention, Interest, Desire, dan Action menjadi satu bagian yang kita masukan kedalam copywriting yang kita buat. Dengan menggabungkan keempat bagian itu, maka kita sudah menghasilkan sebuah struktur copy yang baik untuk landing page atau sales page kita.

Silahkan di Share:

Author: Willy G

Passionate internet marketer. Believe in idea and creativity.

Share This Post On

Tinggalkan Balasan