Inilah Alasan Anda Perlu Menguasai Social Media Advertising Secepatnya Untuk Kemajuan Bisnis

Apa itu social media advertising? Oke mungkin, sebagian pebisnis yang sering beriklan tentu sudah mengetahui bahwa tidak akan selamanya mereka beriklan pada media offline, mau tidak mau tentu mereka akan beralih ke media online, seperti menggunakan iklan. Bicara tentang beriklan, beberapa social media seperti Facebook contohnya, telah memberikan fitur iklan yang sengaja disediakan untuk para pebisnis agar mereka bisa beriklan di social media nya. Selain Facebook, Twitter pun juga mengikuti apa yang Facebook lakukan.

 

Social Media Advertising

Perlunya Mengenal Sosial Media Advert

 

Social media tentu bukan barang asing lagi bagi semua orang, setiap momen yang kita ambil, tentu akan dishare ke social media, setiap pertemuan yang akan dilakukan tentu juga berawal dari social media, social media sendiri sudah seperti bagian kedua dalam hidup kita (bagi sebagian orang).

 

Beriklan di social media adalah langkah yang paling baik untuk dijalankan bagi para pebisnis yang mau atau sudah mulai beriklan di dunia online. Bicara tentang beriklan, mari kita berkenalan terlebih dahulu dengan 2 media iklan yang paling sering digunakan di dunia online, seperti:

 

  • Display Ads : biasa dikenal sebagai banner advertising.
  • Paid Search : biasa dikenal dengan beriklan pada mesin pencari, pada umumnya menggunakan mesin pencari dari Google.

 

Tentu keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, namun apabila kita teliti lagi dengan perkembangan teknologi yang terjadi, khususnya di internet ini, social media lebih diunggulkan dalam hal audience nya.

 

Kenapa Kita Harus Mengenal dan Menguasai Social Media Advertising ?

Mengenal dan Menguasai Social Media Advertising

 

Jika kita mengikuti perkembangan social media dari tahun ke tahun, tentu social media meroket hanya dalam rentang waktu yang singkat, terlebih lagi social media advertising yang dari tahun ke tahun terus bertambah pemainnya (pebisnis yang beriklan di social media).

 

Ketika social media ternama yang kita kenal, yaitu Facebook meluncurkan opsi advertising nya pada Mei 2005, banyak orang tidak meramalkan bahwa ternyata pada tahun 2016, pendapatan social media advertising mereka mencapai lebih dari $8 Milliar Dollar. Karena 2 jenis iklan seperti display ads yang menggunakan banner tidak lagi menguntungkan seperti dulu, maka para pebisnis lebih memilih menggunakan media online advertising lain, seperti Facebook Ads contohnya.

 

Untung Mana Social Media Advertising atau Paid Search ?

Jika kita bicara untung dan rugi, tentu itu 50:50 dan sulit untuk melihat mana yang lebih baik, apakah social media advertising ataukah paid search. Kedua jenis tersebut tentunya relatif, ada keuntungannya sendiri, tergantung dari produk atau jasa apa yang kita jual dan promosikan.

 

Paid search sendiri adalah media online advertising yang sangat bagus dalam hal mengirimkan pengunjung ke website kita berdasarkan keyword apa yang pengguna mesin pencari cari. Namun untuk calon pembeli yang tidak pernah tahu produk apa yang kita jual, menggunakan paid search tentunya akan terlihat lebih sulit, dan bahkan kemungkinan tidak menghasilkan konversi dalam penjualan produk atau jasa kita.

 

Pengguna mesin pencari yang tidak tahu dengan produk jual kita tentunya tidak akan menulis keyword yang berhubungan dengan produk atau jasa kita, sehingga sulit untuk mendapatkan pengunjung website jika menggunakan paid search.

 

Kita ambil contoh seperti ini, misalkan ada sebuah perusahaan yang beriklan menggunakan paid search dalam kategori produk seperti pengering rambut, apakah keyword tersebut akan terpikirkan oleh pengguna mesin pencari saat mereka ingin membeli sesuatu?

 

Tentunya tidak. Oleh karena itu kami bilang menggunakan paid search untuk produk yang belum dikenal orang akan sulit bila dilakukan. Berbeda dengan paid search, social media advertising memungkinkan kita disana dapat mengembangkan bisnis kita dan menemukan pelanggan baru untuk bisnis kita secara tertarget berdasarkan minat mereka akan sesuatu.

 

Jika menggunakan paid search itu terlalu universal jangkauannya istilahnya, maka dengan social media advertising, jangkauannya lebih tertarget dan potensial untuk menjadi pelanggan tetap dari bisnis kita. Jika kita cermati diawal, perbedaan mendasar dari paid search dan social media advertising adalah pada penyajian iklannya. Kita lebih dapat menampilkan konten iklan kita kepada orang dengan tertarget sesuai minat orang tersebut yang telah kita atur sebelumnya.

 

Dan paid search tidak bisa melakukan itu semua. Lalu, apakah iklan kita di social media dapat mengganggu pengguna social media yang lain? Tentunya tidak. Kita bisa targetkan iklan kita kepada minat tertentu, dan orang yang tidak berminat pada hal tersebut tidak akan bisa melihat iklan kita. Simple bukan?

 

Sedangkan paid search lebih menargetkan orang yang sudah memiliki pikiran akan keyword tertentu yang akan mereka ketikan di mesin pencari. Pada intinya dapat kita simpulkan bahwa paid search akan terlihat lebih sulit untuk dilakukan, apabila produk yang dijual tidak diketahui calon pembeli kita. Dan social media advertising bisa mewujudkan itu semua dengan menargetkan konten iklan sesuai minat orang yang sebelumnya kita atur.

 

Pilih Paid Search atau Social Media Advertising ? dan Apa Keuntungan Serta Kerugian dari Keduanya?

Jika kita bahas satu-satu maka kita akan bahas terlebih dahulu pada paid search. Kelebihan paid search adalah pada konversi yang dihasilkan. Paid search biasanya bisa menghasilkan konversi lebih tinggi daripada social media advertising.

 

Kenapa bisa begitu? Itu karena orang yang akan mengetikan keyword nya pada mesin pencari sudah tahu dan memikirkan keyword apa yang akan mereka ketikan, dan produk seperti apa yang mereka cari dan beli. Namun kekurangan dari paid search itu sendiri adalah dari sulitnya untuk melakukan scale up iklan pada paid search. Kita akan kesulitan untuk menambah orang atau jangkauan lagi dari iklan kita di paid search.

 

Itulah yang membuat paid search sangat sulit untuk dijalani apabila kita mulai berbisnis di media online. Lalu, apa kelebihan beriklan di social media dari pada paid search? Iklan di social media lebih tertarget seperti yang kami bilang sebelumnya, kita pun bisa scale up iklan kita ke para pengguna social media tersebut dan untungnya itu semua lebih tertarget.

 

Untuk beriklan di social media, tentunya kita perlu memahami strategi targeting, seperti contohnya targeting interest, conversion tracking, dan masih banyak lagi. Jadi untuk beriklan di social media, tentu ada yang perlu dipahami terlebih dahulu sebelum memulai. Namun tenang saja, disini kami akan bahas secara dasar tentang targeting yang bisa membantu anda untuk memahami penargetan pada social media advertising.

 

Targeting Untuk Social Media Advertising

Social Media Advertising 1

Targeting di Dalam Social Media Advertising

 

Social media sendiri tentunya memiliki data-data dari seluruh penggunanya, yang berarti itu semua bisa kita gunakan untuk kita beriklan. Kita bisa menggunakan data-data tersebut untuk menjangkau audience kita lebih jauh seperti dari interest, letak geografis dan lainnya.

 

Kita tentunya bisa menargetkan iklan kita kepada para pengguna social media tersebut berdasarkan kebiasaan dari para penggunanya, contohnya seperti dari fanpage yang mereka like dan masih banyak lagi. Ada banyak fitur yang tersedia untuk beriklan di social media, dalam kasus ini, kami menggunakan Facebook sebagai contohnya.

 

  • Menargetkan Sesuai Minat

Menargetkan sesuai minat disini seperti contohnya pada kegiatan yang sering mereka ikuti, fanpage seperti apa yang mereka like, dan lain-lain secara spesifik. Kita juga bisa menggunakan interest yang umum seperti industri mobile, otomotif, atau seperti produk kesehatan.

 

  • Menargetkan Sesuai Kebiasaan

Disini kita akan menargetkan audience sesuai dengan kebiasaan apa yang sering mereka lakukan di social media. Kita juga bisa menjangkau lebih banyak orang lagi seperti contoh orang yang memiliki gadget tertentu.

 

  • Menargetkan Sesuai Dengan Database

Kita bisa menggunakan data atau list email yang telah kita kumpulkan dan miliki untuk retargeting orang-orang yang ada pada daftar list. Seperti Facebook yang memiliki Custom Audience, kita pun bisa menggunakan custom audience untuk retargeting target market kita. Dan Twitter yang memiliki Tailored Audience, bisa kita gunakan juga.

 

Jangan Lupa Untuk Menggunakan Conversion Tracking

Jika kita beriklan di social media, tentunya conversion tracking tidaklah boleh kita lupakan. Kita harus melacak iklan kita di social media untuk melihat data-data hasil iklan kita. Kita bisa melacak seperti jumlah klik ke website kita, mengukur keberhasilan iklan, dan lainnya. Pada dasarnya conversion tracking menggunakan sebuah code yang nantinya akan disematkan pada website kita, dan code tersebut berfungsi untuk melacak siapa yang membeli, mengunjungi dan lainnya di website kita.

 

Kesimpulan

Untuk beriklan di social media tentunya dibutuhkan pemahaman terlebih dahulu seperti targeting, tracking, dan lainnya. Dengan memahami semuanya, maka beriklan di social media akan terlihat lebih mudah. Untuk beberapa produk tertentu mungkin tidak akan cocok bila menggunakan paid search, seperti contohnya produk yang belum dikenal oleh orang.

 

Namun apabila kita memiliki produk atau jasa yang memang sudah dikenal orang banyak, maka menggunakan paid search bisa dikatakan langkah baik untuk mendapatkan konversi lebih cepat. Walaupun mendapatkan konversi lebih cepat, tetap saja social media advertising memberikan pengalaman tersendiri dalam beriklan dan lebih mudah dalam hal penargetan nya dibandingkan dengan paid search. Jadi, anda pilih paid search atau pilih social media advertising dalam pilihan anda untuk beriklan?

Silahkan di Share:

Author: Willy G

Passionate internet marketer. Believe in idea and creativity.

Share This Post On

Tinggalkan Balasan