Apa Itu Guerrilla Marketing dan Bagaimana Menerapkannya Ke Dalam Bisnis Kita?

Apa itu Guerrilla Marketing? Oke, sebelum itu mari kita bicarakan dulu soal marketing. Jika berbicara marketing, mungkin kebanyakan orang akan beranggapan bahwa itu adalah bentuk jualan. Tapi nyatanya itu bukan. Marketing dan Selling adalah hal yang berbeda walau masih dalam kategori yang sama. Selling yang memiliki kata dasar Sell adalah jualan, namun marketing yang memiliki kata dasar market, berarti proses pemasaran.

 

Keduanya Selling dan Marketing memang masih saling berhubungan, dimana Selling masih masuk ke proses dalam Marketing yang dimana juga Marketing adalah proses yang jauh lebih kompleks dibandingkan hanya sekedar Selling yang artiannya menjual.

 

Dengan melakukan proses pemasaran yang benar dan bagus, barang atau produk apapun akan bisa menjual dirinya sendiri dengan lebih banyak dibandingkan jika kita hanya sekedar selling saja. Contohnya dengan menggunakan taktik pemasaran gerilya atau bisa kita sebut Guerrila Marketing.

 

Apa itu Guerrilla Marketing? Guerrila Marketing adalah sebuah strategi pemasaran dengan menggunakan ide yang kreatif untuk menimbulkan dampak yang besar dengan biaya pemasaran yang lebih rendah. Strategi ini tentunya banyak digunakan oleh para pebisnis-pebisnis atau usaha dengan skala yang kecil agar mereka bisa bersaing dalam kompetisi dengan perusahaan-perusahaan yang besar.

 

Guerrila Marketing diciptakan oleh Jay Conrad Levinson pada tahun 1984 dalam bukunya yang berjudul “Guerrilla Advertising”. Jay terinsiprasi oleh taktik peperangan gerilya dimana taktik tersebut digunakan untuk mensabotase ataupun menyerang tanpa diketahui lawan. Karena inspirasi tersebut, Jay akhirnya menciptakan sebuah istilah Guerrilla Marketing yang sampai saat ini banyak digunakan oleh berbagai perusahaan.

 

Akan butuh waktu yang lama untuk mendapatkan sebuah ide pemasaran yang kreatif, itupun tergantung dari seberapa kreatif seseorang yang mencari ide tersebut. Ada banyak perusahaan yang menggunakan taktik pemasaran seperti Guerrilla Marketing ini kedalam bentuk pemasaran yang kreatif, mereka menerapkannya di terminal bus, stasiun kereta, halte bus, mall, tempat-tempat keramaian, bus, dan bahkan di pesawat.

 

Namun dengan populernya internet saat ini, membuat strategi Guerrilla Marketing banyak diterapkan di ranah online seperti Sosial Media dan Blog misalnya. Kegiatannya pun ada berbagai macam, seperti membuat sebuah postingan di Facebook, membuat sebuah Tweet di Twitter, membuat konten video yang menarik dan menciptakan efek viral di Youtube, dan lain-lainnya.

 

Intinya hal itu dilakukan untuk bertujuan agar memperlihatkan sebuah eksistensi sebuah produk ataupun jasa yang kita tawarkan kepada targer pasar. Tapi juga sebelum memasarkan sebuah produk, pastikan dulu produk kita memang benar-benar pas untuk target, jangan sampai produk bernilai biasa atau standar saja dipasarkan ke kalangan premium, justru itu tidak nyambung dan usaha pemasaran pun pastinya jadi tidak akan berhasil.

 

Untuk penerapan Guerrilla Marketing sendiri bisa kita lihat pada beberapa poin berikut ini.

 

1. Memulai Guerrilla Marketing Harus Bisa Berpikir Outside the Box

Memulai memasarkan suatu produk dengan strategi Guerrilla Marketing tentunya dituntut untuk bisa berpikir Outside the Box. Memikirkan cara pemasaran yang berbeda dari kebanyakan. Misalnya seperti contoh pemasaran KFC yang ada di Romania, mereka membagikan menu KFC gratis apabila sosial media Twitter tidak bisa diakses (Down).

 

Contoh Guerrilla Marketing

Iklan Coca Cola via business2community.com

 

Gambar diatas menggambarkan iklan Coca Cola yang dimana gambar tersebut akan menarik seseorang apabila dia tidak merespon atau menganggap iklan tersebut ada disana. Iklan ini ditempatkan di halte bus, dimana disana selalu ada seseorang yang berdiri atau duduk untuk menunggu bus.

 

Atau seperti ini. Beer Tyskie menggunakan pintu masuk sebagai tempat menampilkan gambaran produknya. Terlihat pada gambar berikut.

 

Contoh Guerrilla Marketing

Iklan Tyskie via creativeguerrillamarketing.com

 

2. Carilah Komunitas yang Tepat Untuk Memasarkan Produk-produkmu

Jika kita masih belum memiliki sebuah komunitas dari produk kita sendiri, setidaknya kita bisa menggunakan komunitas yang sudah ada untuk memasarkan produk-produk kita. Bukan hanya sekedar memasarkan saja, tapi kita juga perlu mencari tahu apa yang komunitas tersebut sukai.

 

Misalnya sebuah Grup di Facebook. Kita bisa bergabung terlebih dahulu di grup tersebut lalu cari tahu apa yang sebenarnya mereka minati dan sukai, terkadang deskripsi grup juga belum tentu mewakili minat atau kesukaan anggota dari komunitas tersebut. Maka dari itu tugas kita adalah mencari tahu.

 

Mencari tahu dengan bagaimana? Amati saja apa yang dipost atau apa yang mereka komentari, dan berapa banyak respon mereka terhadap suatu postingan di grup. Apakah mereka menyukai setiap postingan yang dipost disana, atau hanya memilih yang benar-benar mereka minati? Itulah tugasnya, mencari tahu.

 

3. Ingin Menggunakan Youtube Untuk Memasarkan Produk? Bisa Dimulai Dengan Membuat Video Viral, Seperti Flash Mob Misalnya

Jika ingin menggunakan Youtube sebagai media pemasaran produk, bisa kita gunakan ide Flash Mob untuk menarik perhatian pengguna internet dengan video menarik dari Flash Mob yang dilakukan.

 

Sebelum upload video tersebut ke Youtube, pastikan bahwa Flash Mob yang telah dilakukan sudah di dokumentasi dengan baik dan menarik. Ada jutaan video Flash Mob di Youtube, dan jika kita hanya meng-upload video Flash Mob di Youtube saja, apa bedanya dengan video-vide Flash Mob yang lain?

 

Itulah tugasnya, membuat video Flash Mob yang menarik dan berbeda dari yang lain, agar bisa menciptakan efek viral tersendiri. Dengan begitu memasarkan sebuah produk dapat berjalan mudah dengan sendirinya, dan biarkan pengguna internet yang membantu membagikannya dengan mereka melakukan share untuk video tersebut.

 

Perlu contoh untuk ide Flash Mob ini? Perhatikan saja video yang berjudul “Girls Dancing in the Red Light District” berikut ini. Itu adalah salah satu contoh Guerrilla Marketing dalam bentuk Flash Mob.

 

4. Buat Penawaran Sebuah Produk Dengan Konten yang Menyentuh Hati

Konten yang menyentuh hati memang selalu bisa menciptkana efek viral tersendiri. Ada dua tipe orang di dunia ini, satu adalah dia yang merespon dengan otak kirinya dan dua adalah orang yang merespon dengan otak kanannya. Dengan strategi Guerrilla Marketing, kita harus bisa menggapai kedua tipe orang tersebut dengan konten yang bagus.

 

Misalnya, menggunakan blog dengan membuat sebuah artikel yang berjudul “110 Data yang Mengharuskan Anda Untuk Membeli Sebuah Produk Fenomenal Ini”, itu salah satu penawaran yang ditujukan untuk orang yang merespon dengan otak kirinya. Karena mereka (orang otak kiri) lebih merespon apabila suatu konten memiliki sebuah urutan, angka, atau data.

 

Berbeda dengan otak kanan, mereka lebih merespon konten berdasarkan bentuk visual, karena mereka lebih menikmati sesuatu dalam hal emosional. Sebuah penawaran produk dengan konten video lebih cocok untuk orang yang merespon dengan otak kanannya.

 

Lalu untuk membuat konten yang menggapai keduanya, kita bisa gunakan video yang memuat unsur mengharukan yang disertai data-data. Seperti video berikut ini:

 

 

5. Sampaikan Seluruh Pesan Dalam Konten yang Kita Buat Dengan Waktu yang Tidak Terlalu Lama

Usahakan untuk membuat konten yang mengandung seluruh pesan yang ingin kita sampaikan kepada Audience, jangan terlalu lama dan jangan juga terlalu sebentar. Paling tidak, coba ambil waktu selama 3 menit jika menggunakan video untuk menyampaikan seluruh pesan yang ingin kita sampaikan kepada Audience.

 

Atau jika menggunakan artikel, pastikan artikel tersebut tidak terlalu panjang. Jika ingin menyampaikan seluruh pesan dan memang membutuhkan banyak data untuk dimuat didalam artikel, gunakan saja gambar untuk memperpendek artikel.

 

Kesimpulan

Pemasaran yang baik adalah yang bisa menghasilkan keuntungan lebih dari modal promosi yang dikeluarkan. Jika hanya berselisih sedikit saja, itu belum termasuk untung.

 

Untuk ide pemasaran dengan menggunakan Guerrilla Marketing sendiri, kita bisa mendapatkan bahan ide-ide tersebut secara sederhana seperti melihat apa yang terjadi disekeliling kita saja, lalu ambil yang menarik yang bisa dijadikan ide untuk memasarkan sebuah produk ke publik secara gerilya.

 

Satu lagi, jika anda buntu ide terkait ide pemasaran Guerrilla Marketing. Di website creativeguerrillamarketing berikut memberikan banyak ide-ide kreatif yang bisa anda gunakan untuk memasarkan sebuah produk ke publik. Semoga bermanfaat!

Silahkan di Share:

Author: Willy G

Passionate internet marketer. Believe in idea and creativity.

Share This Post On

Tinggalkan Balasan